Explore Jakarta : Kota Tua
Sista, kali ini kita akan berjalan-jalan ke Kota Tua, yang berada di Jalan Fatahillah, Jakarta. Kita akan meng-explore gedung-gedung tua yang berada disana.Dengan menggunakan moda transportasi transjakarta, aku duduk bersama penumpang lainnya. Setelah kurang lebih tiga puluh menit perjalanan, aku turun di akhir tujuan, stasiun Kota. Kita akan digiring menuju terowongan untuk kemudian menaiki tangga untuk berada kembali di jalan raya. Disana kita akan mendapati gedung tua stasiun Kota yang kini sudah direvitalisasi. Juga gedung megah di depannya, Museum Bank Mandiri. Kita harus berjalan menyisir jalan sekitar lima puluh meter hingga ke area depan Kota Tua.
Seluruh Area di sini adalah bangunan-bangunan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Kebayang kan betapa tuanya bangunan-bangunan ini?
Gedung-gedung tua ini rata-rata bercat putih dengan jendela-jendela yang panjang. Bangunannya dibuat tinggi agar banyak udara yang masuk ke ruangan agar tidak terasa pengap. Di sisi sebelah kiri, terdapat gang yang kalau kita masuki, kita akan mendapati ruangan-ruangan gedung tua yang telah disulap menjadi kafe-kafe yang menarik. Bentuk gedung dan sebagian tembok yang terkelupas menjadi surga foto bagi sebagian orang
.
Kembali ke jalur utama menuju alun-alun, kita akan menemui beberapa pelukis jalan dan kafe. Alun-alun Kota Tua sangat luas. Pengunjung banyak menggunakan area ini sebagai tempat bermain sepeda yang disewakan atau berswa foto. Di sebelah kiri ada bagunan megah berwarna putih yang kini di kenal sebagai museum Fatahillah.
Masuk ke Museum Fatahillah kita akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar dua ribu Rupiah per orang. Begitu masuk kita akan disuguhi sebuah lukisan besar bergambar acara pesta lengkap dengan makanan yang tersedia dan musisi, yang dihadiri oleh orang Belanda dan pribumi. Kemudian kita akan berjalan memutar menuju area belakang yang menjadi pintu masuk menuju museum. Sebelum menaiki tangga, kita akan mendapati sel bawah tanah yang tidak tinggi. Mungkin itu adalah salah satu siksaan untuk para penghuninya. Hiy..
Masuk ke dalam museum, kita akan mendapati kisah tentang Batavia yang dibangun oleh Belanda sebagai balaikota. Ada juga cerita tentang asal muasal Batavia sendiri. Juga gambaran sejarah masa purba dan peninggalan-peninggalannya.
Selain Museum Fatahilah, di kawasan Kota Tua juga terdapat Museum Kesenian. Harga tiket masuknya tidak lebih mahal dari harga tiket masuk ke Museum Fatahillah. Di museum ini kita dikenalkan dengan kesenian wayang golek, wayang kulit serta gamelannya. Juga ada aula untuk menikmati kesenian yang sedang di pentaskan. Untuk melihat kesenian yang sedang berlangsung, kita akan dikenakan biaya lagi.
Nah, Sista, kita bisa berlibur menikmati indahnya bangunan-bangunan tua sambil belajar mengenal sejarah bangsa, di Kota Tua. Tunggu apalagi? Yuk, ajak keluarga kemari.













Maunya halan-halan bareng
BalasHapusIya,.. pasti seru yaa...
HapusTempat keren buat pepotoan
BalasHapusIya, bu,.. bagus-bagus tempatnya..
Hapus