Makan Siang Luna masih asyik membaca buku komik kesukaannya ketika Emak berteriak memanggil namanya. Namun Luna tampaknya tidak mendengar. “Luna! Dipanggil sedari tadi kok nggak nyaut?” “Eh, Emak, ada apa?” “Kok ada apa? Bantuin emak masak. Sebentar lagi Bapak pulang.” “Kenapa harus Luna sih, Mak? Luna lagi asyik nih baca komik. Lagi seru-serunya nih.” “Nanti bacanya di terusin lagi kalau masaknya sudah selesai. Ayo cepat ke dapur.” Emak melangkah kedapur di ikuti Luna yang berjalan dengan mulut mayun dan langkah yang malas. Luna melihat dapur dalam keadaan berantakan. Sayuran tergeletak di atas baskom masih utuh dengan kertas pembungkusnya. Bawang merah dan bawang putih yang nampak akur berada di tampah bersama cabe-cabean. “Kupasin bawang merah sama bawang putih. Terus sayurnya di siangi.” Kata emak sambil mencuci beras. “Memangnya emak mau kemana sih kok masak sampai terburu-buru begini?” “Teman-teman Bapak katanya mau ikut mampir makan sian...