Postingan

Menampilkan postingan dengan label Corat-coret
Gambar
  Makan Siang   Luna masih asyik membaca buku komik kesukaannya ketika Emak berteriak memanggil namanya. Namun Luna tampaknya tidak mendengar. “Luna! Dipanggil sedari tadi kok nggak nyaut?” “Eh, Emak, ada apa?” “Kok ada apa? Bantuin emak masak. Sebentar lagi Bapak pulang.” “Kenapa harus Luna sih, Mak? Luna lagi asyik nih baca komik. Lagi seru-serunya nih.” “Nanti bacanya di terusin lagi kalau masaknya sudah selesai. Ayo cepat ke dapur.” Emak melangkah kedapur di ikuti Luna yang berjalan dengan mulut mayun dan langkah yang malas. Luna melihat dapur dalam keadaan berantakan. Sayuran tergeletak di atas baskom masih utuh dengan kertas pembungkusnya. Bawang merah dan bawang putih yang nampak akur berada di tampah bersama cabe-cabean. “Kupasin bawang merah sama bawang putih. Terus sayurnya di siangi.” Kata emak sambil mencuci beras. “Memangnya emak mau kemana sih kok   masak sampai terburu-buru begini?” “Teman-teman Bapak katanya mau ikut mampir makan sian...
Gambar
  Buku Tugas Luna                 Luna menyiapkan buku-buku yang mau dibawa ke sekolah besok pagi. Juga tugas-tugas yang sudah di selesaikannya. Ia menumpuk buku-buku yang akan dibawanya besok di atas meja belajar di kamarnya. Matanya sudah cukup lelah untuk memasukkannya ke dalam tas sekolahnya. Tadi setelah salat Isya, Luna melanjutkan membuat pekerjaan rumah. Besok ada pelajaran Bahasa Inggris dengan Ibu Elis yang tidak pernah kompromi dengan murid yang tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Tentu saja Luna tidak mau di hukum menghadap ke tembok di depan kelas seperti kejadian minggu kemarin yang menimpa Fitri dan Koko.                Setelah menggosok gigi dan mengambil wudu, Luna naik ke tempat tidur. Ia sangat lelah hingga lupa mematikan lampu kamar. Ia juga tidak tahu ketika Emak masuk ke kamarnya untuk membetulkan selimutnya. **...
Gambar
  HANYA RINDU               Lena menutup telepon dengan senyum terkembang. Baru saja Andika meneleponnya, memberitahukan bahwa ia ingin bertemu dengannya esok. Katanya, ia sudah terlalu lama menahan rindu kepada Lena. Pekerjaannya belakangan membuat laki-laki bertubuh tinggi besar itu tidak lagi sering datang untuk mencecap kopi buatan Lena. Namun Lena rela menunggu kehadiran laki-laki yang telah membuatnya berdebar seperti ABG yang jatuh cinta pertama kali. Padahal usianya kini mendekati angka lima puluh tahun. Namun kecantikan masa mudanya masih membekas. Hanya perjalanan hidupnya yang tidak secantik wajahnya.             Sebelum ia terlelap, ia menuliskan pesan singkat untuk Andika.             “Selamat malam, Sayang. Biarkan rindu ini menumpuk, agar semuanya lebur pada pertemuan kita nanti.”  ...
Gambar
BELANJAAN   EMAK   Luna memandang Emak yang nampak berbeda pagi ini. Emak sudah berdandan rapi dan tas belanjaan sudah siap di tangan. “Mak, mau belanja kok rapi sekali?” “Emak mau mampir ke rumah Nenek setelah belanja nanti.” “Lama di sana, Mak?” “Sebelum zuhur Emak sudah pulang. Emak tau banget anak Emak yang cakep ini paling nggak bisa nahan lapar.” Luna nyengir kuda. Setelah Emak pergi, Luna langsung ke kamar meneruskan membaca komik. Kali ini Luna bisa menghabiskan tiga komik sebelum emak pulang. Wah, senangnya baca komik tanpa gangguan Emak. Dua jam berlalu. Perut Luna sudah berteriak meminta diisi tapi emak belum juga pulang. Luna memeluk bantal menekan perutnya. Siapa tahu sebentar lagi Emak pulang , pikirnya dalam hati. Diteruskannya kembali membaca komik. Luna mendengar Azan Zuhur dikumandangkan. Tapi emak belum juga pulang. Pikirannya resah. Perutnya juga ikut berbunyi resah minta diisi. Diambilnya ponsel dan memencet nomor telepon Emak. Sedeti...