HANYA RINDU Lena menutup telepon dengan senyum terkembang. Baru saja Andika meneleponnya, memberitahukan bahwa ia ingin bertemu dengannya esok. Katanya, ia sudah terlalu lama menahan rindu kepada Lena. Pekerjaannya belakangan membuat laki-laki bertubuh tinggi besar itu tidak lagi sering datang untuk mencecap kopi buatan Lena. Namun Lena rela menunggu kehadiran laki-laki yang telah membuatnya berdebar seperti ABG yang jatuh cinta pertama kali. Padahal usianya kini mendekati angka lima puluh tahun. Namun kecantikan masa mudanya masih membekas. Hanya perjalanan hidupnya yang tidak secantik wajahnya. Sebelum ia terlelap, ia menuliskan pesan singkat untuk Andika. “Selamat malam, Sayang. Biarkan rindu ini menumpuk, agar semuanya lebur pada pertemuan kita nanti.” ...